relax, mellow atau yang lainnya.. ??

Kenapa begitu judul postingannya ???
karena saya juga masih meraba - raba tentang lagu yang saya share berikut ini :

1. Antony and The Johnsons Bird Gerhl :
ini lagu bikin relax, dijamin.. :D
2. James Newton Howard - The Gravel Road :
3. Enya - Only Time:
4. The Pretenders - I Go to Sleep:


Selanjutnya>>

Artikel yang menggugah jiwa

Seperti biasa, saya sedang mencari bacaan yang bisa membuat saya untuk maju dan berkembang, tanpa melihat sisi negatif dari apa yang sedang terjadi sekarang. Saya mulai menelusuri untuk membaca artikel2 yang bagus, sampai akhirnya melihat sebuah artikel yang sempat membuat saya terenyuh pada saat membaca nya.

berikut ini artikel yang saya share dalam blog Heroic helms


Alasan Kenapa Aku Tidak Pernah Mau Shalat!

Agama tidak hanya mengajarkan percaya pada tuhan saja. Di dalamnya ada tuntunan dan aturan-aturan yang harus dipatuhi. Ada kewajiban yang harus dijalankan, baik itu kewajiban kepada sesama manusia maupun kewajiban kepada tuhan. Standart pribadiku kewajiban untuk berbuat baik kepada sesama manusia bisa hanya sebatas tidak merugikan orang lain. Tidak mengganggu orang lain dan tidak mengambil alih hak-hak orang lain. Dan lagi kita bisa berimprovisasi sendiri meningkatkan nilai diri lewat membantu orang lain.

Alasan Kenapa Aku Tidak Pernah Mau Shalat!

Waktu usiaku 7 tahun, aku merasa tidak berkewajiban untuk menunaikan ibadah shalat. Karena dulu, aku percaya kalau katanya dosa anak yang belum baligh (dewasa) itu ditanggung oleh orang tua. Pasalnya, orang tua lah yang berkewajiban mendidik anaknya. Ya, sesekali aku shalat karena cinta pada orang tua. Takut kalau mereka harus masuk neraka karena aku tidak shalat. Padahal hakikatnya kalimat “dosa ditanggung oleh orang tua” itu adalah agar anak jadi rajin beribadah, karena biasanya anak-anak akan mencintai orang tuanya dan tidak mau kalau orang tuanya masuk neraka.


Menginjak usia 13 tahun, aku juga belum shalat. Lah, kan aku belum baligh. Jadi belum menanggung dosa sendiri. Masih ada orang tua yang bisa dijadikan tameng dari dosa-dosa. Lagipula di usia itu adalah saat yang paling enak untuk bermain dengan teman sebaya. Bermain sepak bola, kejar-kejaran.

Di usia 17 tahun, aku tahu aku sudah menanggung dosa sendiri. Karena sudah baligh, sudah mimpi “naik ke bulan”. Sebuah istilah yang aku tidak tahu apa artinya. Tapi aku baru “naik ke bulan” selama dua tahun. Jadi dosaku masih dua tahun, masih sedikit. Jadi, umur 20 tahun nanti lah aku akan mengganti shalat yang tertinggal itu.

Di usia 20 tahun, aku mulai mempertanyakan agamaku. Aku sudah masuk kuliah dan harus kritis. Jadi aku bertanya tentang tuhan, tentang kitab suci, tentang nabi dan tentang kebenaran dari semuanya. Aku tidak mungkin shalat dalam keadaan labil. Aku harus menemukan jati diriku.

Di usia 24 tahun, aku selesai kuliah. Agamaku telah mulai kuyakini. Tapi kini aku tengah sibuk mencari kerja. Jadi aku sibuk kesana kemari. Mencari lowongan, menyiapkan berkas lamaran. Dan itu melelahkan sekali. Aku tidak memiliki waktu untuk shalat. Shalat sih sebentar saja, tapi kadang terlalu sering menginterupsi.

Di usia 25 tahun. Aku belum mendapat kerja. Aku menggugat tuhan. Aku telah berusaha, tapi aku tidak mendapatkan. Aku jadi tidak mau shalat.

Di usia 27 tahun. Aku sudah bekerja di sebuah perusahaan ternama. Posisiku juga lumayan. Tapi, sibuknya bukan main. Sebentar-sebentar HP berdering. Lagi pula aku tengah pedekate dengan seorang gadis pujaan. Dengan seabrek kesibukan itu, mana sempat aku shalat.

Usiaku beranjak 30 ketika anak pertamaku lahir. Duh senangnya, karirku juga makin mapan. Namun, kesibukan makin merajai. Aku harus mengejar setiap kesempatan untuk masa depan keluargaku. Pertumbuhan anakku juga menyita perhatian yang besar, aku juga harus menyekolahkan anakku ke sekolah umum dan agama agar kelak ia berguna bagi bangsa dan agamanya.

Di usia 35, anak keduaku lahir. Dia wanita, cantik sekali. Bahkan sering aku memandikan dan menggantikan popoknya. Hidupku serasa lengkap sekali. Tapi, biaya hidup makin meningkat. Orang tuaku juga sudah mulai sakit-sakitan dan butuh biaya berobat. Aku harus makin rajin bekerja untuk menafkahi mereka. Sholat masih bisa kumulai di usia 40 nanti, pikirku.

Di usia 40, entah kenapa anakku tak seperti yang kuharapkan. Aku tak menyangka mereka bisa senakal itu. Bahkan anak pertamaku pernah tertangkap karena menghisap daun ganja. Daun surga katanya. Aku tak bisa konsentrasi untuk shalat. Ada saja yang membuat aku tak pernah melakukan ibadah utama itu.

45 tahun kujalani. Aku semakin lemah, tak sekuat dulu. Batuk sesekali mengeluarkan darah. Istriku mulai rajin berdandan, sayangnya dia berdandan saat keluar rumah saja. Di rumah, wajahnya tak pernah dipupur bedak sedikitpun. Aku merutuk, dosa apa yang telah aku lakukan hingga hidupku jadi begini?

Usiaku menginjak 55, aku berpikir kalau usia 60 nanti adalah waktu yang tepat untuk memulai shalat. Saat aku sudah pensiun dan aku akan tinggal di rumah saja. Saat itu adalah saat yang tepat sekali untuk menghabiskan hari tua dan beribadah sepenuhnya kepada tuhan.

Tapi aku sudah lupa bagaimana cara shalat. Aku lupa bacaannya. Aduh, aku harus mendatangkan seorang ustadz ke rumah seminggu 3 kali. Tapi aku tak kuat lagi untuk mengingat. Ingatanku tak setajam ketika dulu aku kerap juara lomba di kampus atau sekolah. Atau ketika manajer perusahaan salut pada tingkat kecerdasanku. Kali ini semua telah pudar. Jadi, apa yang diajarkan ustadz itu sering membal dari telingaku. Lagipula, badanku sudah tak begitu kuat untuk duduk lama-lama.

Kalau tidak salah, kali itu usiaku 59 tahun ketika istriku minta cerai. Alasannya tak lagi jelas kuingat, salah satunya katanya karena lututku tak kencang lagi bergoyang. Lucu ya? Entah kenapa juga dulu aku menikahinya, umurnya 20 tahun lebih muda dariku. Dia memang istri keduaku. Istri pertamaku dulu hilang, dibawa sahabatku.

Tak sampai usiaku 60, aku masih berusaha untuk shalat. Tapi serangan jantung membuat rumah mewahku ramai. Mereka terlihat menangis. Bahkan anak pertamaku yang membangkrutkan satu perusahaan keluargaku terlihat begitu tertekan. Ada kata yang sepertinya ingin dia ucap.

Terakhir aku akhirnya bisa shalat juga, sayangnya aku tidak shalat dengan gerakku sendiri. Aku hanya terbaring atau terbujur tepatnya. Dan orang-orang menyalatkanku.

Sumber artikel : Mas Lingga ( Kompasiana )
Sumber Gambar : Google

Saya sempat merasakan ada nya hambatan dalam mengerjakan Skripsi saya, mungkin ini adalah salah satu faktor yang kemungkinan saya selalu lalai dalam mengerjakan nya..

Semoga Sholat saya tidak bolong bolong lagi... amin..


Selanjutnya>>

My Fake Plastic Love

If I just turn and run


Gak tau kenapa setiap denger lagu ini, pasti terlintas "dia" dengan segala keindahan nya, walopun ga ada yang bisa gw jadiin patokan, apa gw cuma sekedar nyaman, pelepas jenuh atau rasa keegoisan gw yang terlalu memuncak. Mungkin dari sana bisa diambil kesimpulan kalo gw hanya ga bisa ngehindarin perasaan gw yang terlalu penasaran dan hanya sebatas itu saja.... ga lebih !!!

Tapi sayang nya, gw ga bisa ngendaliin perasaan gw setiap kali denger lagu ini.. :sad:

Radiohead - Fake Plastic Trees

Her green plastic watering can
For her fake Chinese rubber plant
In the fake plastic earth
That she bought from a rubber man
In a town full of rubber plans
To get rid of itself

It wears her out, it wears her out
It wears her out, it wears her out

She lives with a broken man
A cracked polystyrene man
Who just crumbles and burns
He used to do surgery
For girls in the eighties
But gravity always wins

It wears him out, it wears him out
It wears him out, it wears him out

She looks like the real thing
She tastes like the real thing
My Fake Plastic Love
But I can't help the feeling
I could blow through the ceiling
If I just turn and run

It wears me out, it wears me out
It wears me out, it wears me out

If I could be who you wanted
If I could be who you wanted all the time

All the time...
All the time...

Sumber Image : Google


Selanjutnya>>

Lumer pada pandangan pertama Part II



Coba buat selesaikan cerita LUMER gw

Sebenernya pengen langsung nulis di blog ini, begitu gw tau dan sadar akan kisah gw ( saaeellaaahh... ) tapi kemauan yang sedikit dan sering khilaf nya Speedy memberikan koneksi yang terbaik buat pelanggan nya jadi terpaksa baru ditulis sekarang :D

Hari hari berlalu, dia
semakin nunjukin kalo dia bikin gw ngerasa kagum.. Kagum ??? belom kenal kok udah kagum ?? maksud kagum disini adalah gw kagum akan keberadaan dia, yang bisa ngebangkitin perasaan gw yang udah lama hilang a.k.a gw pengen dia jadi wanita gw.

Sebelum itu, dia orang nya rada tertutup, mulai dari FB yang fitur wall nya di tutup sama dia, tapi entah ada angin apa dia membuka wall nya lagi. Senang ?? ato malah ga enak hati ?? ...
perasaan gw campur aduk pas liat wall nya, tapi dipikiran gw "heeyy elu tuh baru aja kenal, masa udah ngarepin yang lebih" . Yah itulah gw, gw juga pengen ngehindarin sifat2 tidak terpuji seperti itu.

dari FB gw liat, dia udah menjalin hubungan yang bisa dibilang engga sebentar dan nampak nya serius buat ke jenjang selanjut nya *i hope that's not gonna happen....

tapi gw ucapkan terima kasih, buat wanita itu yang udah buat perasaan gw yang udah lama ga hadir bisa seenggak enggak nya muncul dan gw senang akan hal itu, walaupun dia juga ga tau akan perasaan gw.

Sumber gambar : Google


Selanjutnya>>

What you see, is what you get...


Pernah ngerasa punya banyak kemauan, tapi ga tau harus dimulai dari mana ??

itulah pikiran yang nyangkut di otak gw selama sebulan terakhir. Di setiap mulai beraktifitas
didepan layar monitor, gw selalu kepikiran punya ide dan jadi kemauan ... pengen ini lah... pengen itu lah.. tapi belum ada yang berhasil 100% gw laksanain dan terapin.

*balik ke cerita dimana ide itu muncul

yah.. yah... yah.. ga keabisan kemauan kalo udah dengan posisi garis lengkung badan sejajar dengan tembok ( ngadep komputer tanpa senderan ). dengan posisi itulah, gw ngerasa banyak kemauan, bisa dibilang pengen maju, ato situasi dengan keadaan gw yang menjadi mahasiswa semester terakhir. Baru ngerasa kalo roda kehidupan berjalan lambat atopun terkadang bisa dibilang cepat, ya pada saat saat ini. Tuntuntan keluarga tercinta udah buat gw musti punya banyak ide buat kehidupan gw, walopun realisasi nya nihil...


Berbagai macam cara gw dapetin untuk ngebuka wawasan gw, browsing, searching, sampe nimbrung di forum buat tau secara lebih dalam. banyak sih tips n trik yang gw dapetin, tapi sekali lagi, abis gw udah dapetin itu cara2 nya, yang terbayang di otak gw " ah gw udah ngerti ini dasar2nya" abis itu gw ngerasa ga punya kemauan untuk ngelanjutin lebih dalem lagi tentang trik2 itu ...


Emang enak sih punya rasa penasaran yang kuat, setiap elu liat ada sesuatu yang baru, rasa tertarik elu bisa ngalahin semua kondisi yang ada ( kata kata gw rada aneh nih ), ga nyangka kan yang tadi nya cuma niat donlod Film film bioskop yang terbaru, taunya nyambung ke nyetting Media player classic trus ujung ujung nya baca curhatan orang di Heart to heart. Niat nya sih biar pas nonton film yang berkualitas BRRIP, ga ada yang patah2, ngelag, atopun suara nya delay. Maklum aja, komputer jaman perang kalo di kasih film berkualitas BRRIP, bisa bisa kaya gerakan patah2 nya anisa bahar lagi :D

Lanjut tentang kemauan tersebut....

2 bulan sebelum nya, gw pernah kepikiran punya pacar ( cewe yang cantik tentunya, ahahaa.. ). okeh dilanjutin... temen gw pernah cerita ke gw, kalo dia pengen kursus buat nambah skill nya. disodorin lah sama temen gw selembar brosur dari tempat kursus tsb. *

Pertama liat nya, gw punya kemauan " boleh dicoba juga nih tempat kursus nya", lumayan kan bisa nambah2 skill dan pengetahuan yang engga gw dapet di kampus. Kemauan gw udah kuat buat niatin kursus di tempat itu, dalam hati gw bilang "biar ada kesibukan, yang bisa jadiin elu orang sibuk"
*that's silly statement

Sumber Gambar : Google



Selanjutnya>>
Related Posts with Thumbnails
Template by : kendhin | | Design : heroichelms 2009